
BEKASI – Kepercayaan masyarakat tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang, konsistensi, serta kontribusi nyata. Prinsip tersebut menjadi bagian dari perjalanan Hendriek Lyston Sihotang, S.Si., S.H., M.M., yang akrab disapa Bang Eric. Sosok yang memiliki pengalaman lintas bidang, mulai dari industri, manajemen sumber daya manusia, investasi, organisasi kemasyarakatan, hukum, hingga politik.
Lahir di Medan, 9 September 1975, Hendriek menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi ke Universitas Padjadjaran, Bandung, dan menyelesaikannya pada 2002. Ia kemudian meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Pelita Bangsa, Bekasi, pada 2025.
Karier profesionalnya dimulai sebagai Marketing Manager. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam strategi pemasaran, pengembangan jaringan bisnis, serta membangun kemitraan. Selanjutnya, ia menekuni bidang Human Resources Development (HRD) selama kurang lebih 15 tahun dengan pengalaman di sejumlah perusahaan dan kelompok usaha, di antaranya Rodamas Group, Agung Sedaya Group, dan Wang Sarimulti Utama.
Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai pengelolaan tenaga kerja, hubungan industrial, pengembangan organisasi, serta tata kelola perusahaan. Baginya, keberhasilan dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh kekuatan modal, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan hubungan kerja yang sehat.
Di bidang usaha, Hendriek kini dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Graha Adikarya Kemasindo. Ia juga terlibat dalam PT Lody Sentosa Makmur yang menjalankan kegiatan pengembangan kerja sama dengan investor di sektor industri. Posisi dan pengalaman tersebut memperluas wawasannya mengenai peluang investasi, pengembangan usaha, serta kebutuhan dunia industri.
Pengalaman itu memiliki relevansi tersendiri dengan Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan pusat investasi di Jawa Barat. Menurut perspektif pembangunan daerah, pertumbuhan investasi idealnya berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain dunia profesional, Hendriek juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu (PBB) Jawa Barat. Pengalaman organisasi tersebut menjadi ruang untuk membangun solidaritas, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong kegiatan kemasyarakatan, termasuk membantu warga yang terdampak bencana.
Dalam bidang politik, Hendriek merupakan kader PDI Perjuangan. Keterlibatannya menjadi bagian dari perjalanan dalam memahami dinamika demokrasi, menyerap aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Nilai gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat menjadi prinsip yang penting untuk diterjemahkan melalui tindakan nyata.
Di sisi lain, keterlibatannya dalam bidang profesi hukum turut memperluas perspektif mengenai regulasi, kepastian hukum, dan advokasi. Kombinasi pengalaman tersebut menjadi modal untuk memahami berbagai persoalan pembangunan Kabupaten Bekasi yang tidak terlepas dari isu ketenagakerjaan, investasi, perizinan, infrastruktur, hingga pelayanan publik.
Dengan latar belakang di bidang pemasaran, HRD, manajemen usaha, organisasi, dan politik, Hendriek memiliki pengalaman yang bersinggungan dengan berbagai kepentingan, baik pemerintah, investor, pekerja, maupun masyarakat.
Perjalanan tersebut mencerminkan proses panjang dalam membangun kapasitas dan memperluas pengabdian. Sebab, tantangan pembangunan daerah bukan sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa setiap kemajuan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
(Red/BHI)








