
BEKASI — Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Kampuh Welding Cikarang menyelenggarakan Program Kredensial Mikro 2026 bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia, Pada Senin (12/10/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di bidang pengelasan agar mampu menyelaraskan pembelajaran teori dan praktik dengan kebutuhan dunia industri.
Direktur LPKS Kampuh Welding Cikarang, Arif Yuliyanto, S.T., menjelaskan bahwa program tersebut mendapat antusiasme dari kalangan guru SMK. Dari 51 pendaftar, sebanyak 26 peserta dinyatakan lolos seleksi, sementara 20 peserta tercatat hadir mengikuti pelatihan. Para peserta dibekali sejumlah kompetensi pengelasan, meliputi posisi 1G, 3G menggunakan proses Flux Cored Arc Welding (FCAW), serta pengelasan pipa posisi 6G menggunakan proses Gas Metal Arc Welding (GMAW) dan Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Ujarnya”.
General Manager Repindo Merdeka, S.T., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi pengelasan bagi guru SMK merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, penguasaan keterampilan teknis yang sesuai dengan perkembangan industri menjadi bekal penting bagi tenaga pendidik dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja.
“Guru tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus memiliki keterampilan praktik yang relevan dengan standar dan kebutuhan industri. Melalui program seperti ini, diharapkan kompetensi yang diperoleh dapat diteruskan kepada para siswa sehingga lulusan SMK semakin siap menghadapi persaingan kerja,” Ungkap Repin.
Program Kredensial Mikro ini merupakan kelanjutan dari keterlibatan Kampuh Welding dalam peningkatan kompetensi guru sejak 2025. Jika pada pelaksanaan sebelumnya pelatihan berfokus pada kompetensi 3G FCAW, pada 2026 cakupan materi diperluas ke sejumlah proses dan posisi pengelasan lainnya. Perluasan ini diharapkan memberikan pengalaman praktik yang lebih beragam bagi para peserta.
Penyelenggara menjelaskan bahwa program tersebut tidak dipungut biaya bagi peserta. Pembiayaan kegiatan ditanggung pemerintah melalui skema pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan dukungan tersebut, program ini diharapkan dapat memperluas akses pelatihan berkualitas bagi guru SMK sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.
Meski demikian, program ini tidak secara langsung menjamin penempatan kerja bagi siswa setelah lulus. LPKS Kampuh Welding Cikarang menyatakan belum memiliki kerja sama khusus untuk menyalurkan lulusan ke perusahaan tertentu. Peserta yang ingin memperdalam keterampilan pengelasan tetap dapat mengikuti pelatihan lanjutan secara mandiri dengan biaya sendiri sesuai kompetensi yang ingin dikembangkan. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk menjembatani kebutuhan kompetensi pendidikan vokasi dengan tuntutan dunia industri.
(Red/BHI)








