- Advertisement -spot_img
Kamis, Oktober 8, 2026
BerandaBeritaBelajar Sambil Berkarya, MARAKA Kenalkan Sustainability kepada Pelajar Cibitung

Belajar Sambil Berkarya, MARAKA Kenalkan Sustainability kepada Pelajar Cibitung

- Advertisement -spot_img

Bekasi, — Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda terus dilakukan melalui kolaborasi kreatif. MARAKA menghadirkan Sustainability Program “Menjaga Budaya Bersama Ahlinya” di SMP Negeri 4 Cibitung, Kabupaten Bekasi, dengan melibatkan siswa-siswi kelas 7.

Kegiatan dikemas secara kreatif dan interaktif melalui konsep learning by doing. Para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keberlanjutan, tetapi juga diajak mencoba langsung berbagai aktivitas seni dan budaya, seperti ecoprint, mencanting, dan teknik jumputan.

Founder MARAKA, Ka Atie, secara langsung memandu sesi edukasi dan praktik ecoprint. Para siswa diperkenalkan pada pemanfaatan daun dan tumbuhan sebagai sumber motif sekaligus inspirasi dalam menghasilkan karya.

“Kami ingin memperkenalkan sustainability dengan cara yang dekat dengan dunia anak-anak. Ecoprint menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa alam di sekitar kita dapat menjadi sumber inspirasi dan bisa diolah menjadi sebuah karya,” ujar Ka Atie.

Baca Juga  Polsek Babelan Bergerak di Malam Hari, Cegah Tawuran dan Kejahatan Jalanan

Menurutnya, pengalaman praktik secara langsung diharapkan dapat membuat siswa semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan serta berani mengembangkan kreativitas.

Selain ecoprint, siswa juga mendapatkan pengalaman mengenal seni batik melalui teknik mencanting dan jumputan. Kegiatan tersebut dipandu Founder Batik Racana, Ka Riyanti.

Para siswa diajak memahami bahwa di balik sebuah kain tradisional terdapat proses panjang yang membutuhkan keterampilan, kesabaran, kreativitas, dan ketelitian.

“Batik adalah bagian dari identitas budaya Indonesia yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Ketika anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba mencanting dan membuat jumputan sendiri, mereka dapat memahami proses di balik sebuah karya budaya,” jelas Ka Riyanti.

Baca Juga  Polsek Babelan Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat Pengamanan Maulid Nabi 1448 H

Suasana kegiatan semakin meriah dengan kehadiran Tedi Andika Ruslan, Marketing Communication Manager PrimeBiz Hotel Cikarang. Ia turut berinteraksi dengan para siswa dan memberikan dukungan terhadap kegiatan edukasi yang menggabungkan unsur lingkungan, kreativitas, dan budaya.

Menurut Tedi, konsep sustainability akan lebih mudah dipahami ketika anak-anak mendapatkan pengalaman secara langsung.

“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa edukasi tidak harus selalu berada di dalam ruang kelas. Ketika komunitas, praktisi, sekolah, dan industri dapat bergerak bersama, kita bisa menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan berkesan bagi anak-anak,” ungkapnya.

Melalui program “Menjaga Budaya Bersama Ahlinya”, MARAKA membawa pesan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana warisan budaya Indonesia tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga  Mengapa AI Hukum di Indonesia Harus Berani Berkata "Tidak Tahu"

Ecoprint menjadi sarana mengenalkan pemanfaatan unsur alam dan kreativitas berkelanjutan. Sementara mencanting dan jumputan menjadi media untuk mendekatkan siswa dengan keterampilan serta kekayaan budaya Indonesia.

Dengan pendekatan learning by doing, siswa kelas 7 SMPN 4 Cibitung mendapatkan kesempatan untuk belajar, mencoba, berkreasi, dan berinteraksi langsung dengan para praktisi.

MARAKA berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas, praktisi kreatif, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta pelestarian budaya.

“Menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan apa yang sudah ada, tetapi memastikan generasi berikutnya mengenal, memahami, dan memiliki keinginan untuk meneruskannya. Begitu juga dengan lingkungan. Semuanya dimulai dari edukasi dan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” tutup Ka Atie.

 

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!