- Advertisement -spot_img
Rabu, Juli 29, 2026
BerandaNasionalUBP Karawang Kukuhkan 996 Sarjana, Rektor Tekankan Penguasaan AI Tanpa Meninggalkan Integritas...

UBP Karawang Kukuhkan 996 Sarjana, Rektor Tekankan Penguasaan AI Tanpa Meninggalkan Integritas dan Budaya Bangsa

- Advertisement -spot_img

 

KARAWANG – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang kembali mencetak generasi unggul melalui Wisuda Program Sarjana ke-12 yang diselenggarakan selama dua hari, Senin–Selasa, 27–28 Juli 2026. Sebanyak 996 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan setelah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di berbagai program studi.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, yayasan, tamu undangan, mitra strategis, serta keluarga para wisudawan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pembina Yayasan Buana Pangkal Perjuangan Karawang, Letjen TNI (Purn.) H. Kiki Syahnakri, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Edi Darnadi, M.M, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., serta sejumlah mitra kerja sama UBP Karawang dari sektor perbankan, dunia usaha, dan industri.

Hadir pula Elizawatie Simon selaku Komisaris Independen AGI Internasional serta Adhyaksa Sitepu selaku Deputy Director SDM AGI Internasional yang selama ini menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, acara wisuda juga dihadiri jajaran Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Buana Pangkal Perjuangan Karawang, di antaranya Hj. Eneng Tapleh Lelasari, Hj. Ida Rosida Suryana, S.H., M.H., Drs. H. Dadang Fakhruddin, M.M., Mayjen TNI (Purn.) H. Mulya Setiawan, S.I.P., M.Sc., Dr. H. Nurdin Singadimedja, S.H., M.H., Dr. Yanti Tayo, S.Psi., M.I.Kom., Dr. Ahmad Fauzi, S.Kom., M.Kom., Dr. Marceilla Suryana, BA(Hons)., M.M.Par., anggota Senat dan Guru Besar UBP Karawang, para ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, tokoh masyarakat, serta orang tua dan wali wisudawan.

Baca Juga  Sinergitas TNI-Polri Diperkuat Demi Keamanan Masyarakat Muaragembong dan Cabang Bungin

Dalam Pidato Akademik bertema “Navigasi Lulusan di Era Disrupsi: Mengintegrasikan Etika Bangsa, Resiliensi Ekonomi dan Akar Budaya Perjuangan”, Rektor UBP Karawang Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M. menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal perjalanan pengabdian sebagai insan intelektual di tengah perubahan dunia yang sangat cepat.

Menurutnya, para lulusan tidak hanya membawa selembar ijazah, tetapi juga membawa amanah kepemimpinan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Hari ini saudara-saudari berdiri di gerbang kelulusan bukan sekadar membawa selembar ijazah, melainkan membawa amanah kepemimpinan di tengah gelombang perubahan zaman yang paling masif dalam sejarah manusia,” ujar Rektor.

Ia menjelaskan bahwa dunia usaha dan industri global saat ini tengah mengalami transformasi fundamental yang dipicu oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital. Oleh karena itu, pendidikan tinggi dituntut mampu menyesuaikan diri agar menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan.

Menurutnya, teori yang diperoleh mahasiswa selama kuliah hanyalah fondasi awal. Pendidikan tinggi sejatinya bertujuan membentuk cara berpikir kritis, fleksibel, serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Rektor mengutip World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025 yang memprediksi bahwa hingga tahun 2030 sekitar 92 juta pekerjaan akan tergeser akibat transformasi teknologi. Namun, di sisi lain akan lahir 170 juta pekerjaan baru berbasis teknologi, data, dan sistem kecerdasan buatan, sehingga terdapat pertumbuhan bersih sekitar 78 juta peluang kerja baru secara global.

Selain itu, sekitar 300 juta pekerjaan diperkirakan akan terdampak otomatisasi, sementara kecerdasan buatan diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas dunia hingga 15 persen, sekaligus menciptakan berbagai sektor ekonomi baru.

Baca Juga  112 Peserta Ramaikan MTQ Kecamatan Sukakarya, Dorong Lahirnya Generasi Qurani

“Di sinilah ilmu yang diperoleh para wisudawan akan diuji. Apakah lulusan hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi atau mampu menjadi agen perubahan melalui technopreneurship, inovasi, dan bisnis. Kuncinya adalah kemampuan beradaptasi dan tidak pernah berhenti memperkaya ilmu serta keahlian,” ungkapnya.

Meski demikian, Rektor menegaskan bahwa kecanggihan teknologi dan ketangguhan ekonomi saja tidak cukup. Para lulusan juga harus memiliki integritas moral, menjunjung tinggi hukum, etika, serta menjaga jati diri kebangsaan.

Menurutnya, kecerdasan buatan tidak akan pernah mampu menggantikan empati, rasa kemanusiaan, kepemimpinan yang beretika, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif yang dimiliki manusia.

Rektor mengajak para lulusan belajar dari sejarah Karawang yang sarat nilai perjuangan dan budaya Sunda melalui falsafah Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.

Silih Asah mengajarkan pentingnya saling berbagi ilmu, memperluas wawasan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Silih Asih menanamkan kasih sayang, empati, serta toleransi tanpa membedakan latar belakang. Sedangkan Silih Asuh mengandung makna saling membimbing, mengayomi, dan menjaga kehormatan sesama.

Sebagai bekal menghadapi masa depan, Rektor menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh lulusan.

Pertama, menjadi pembelajar yang resilien, yakni memiliki ketahanan mental, mampu bangkit dari kegagalan, terus belajar, adaptif terhadap perubahan, dan proaktif mencari solusi.

Kedua, berpegang teguh pada integritas, karena kejujuran, moral, dan etika merupakan modal utama dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional.

Ketiga, mengedepankan semangat Maju Bersama melalui kolaborasi, sebab tantangan zaman terlalu besar untuk dihadapi sendirian.

Baca Juga  Sportivitas dan Persaudaraan Warnai Pembukaan Turnamen Sepak Bola Kapolsek Babelan Cup 2026

“Tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui kerja sama, kolaborasi, dan semangat untuk tumbuh bersama demi mencapai keberhasilan yang lebih besar,” tegasnya.

Dalam suasana penuh haru, Rektor juga membacakan sebuah syair khusus bagi para wisudawan dan wisudawati yang menggambarkan perjalanan panjang selama menempuh pendidikan hingga berhasil menyandang gelar sarjana.

Syair tersebut berisi pesan agar para lulusan terus menjaga integritas, berani menghadapi tantangan, menyebarkan manfaat, serta mengukir masa depan dengan ilmu pengetahuan dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali mahasiswa atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UBP Karawang.

“Hari ini kami dengan penuh rasa bangga mengembalikan putra-putri Bapak dan Ibu sebagai insan cendekiawan yang memiliki intelektualitas serta siap membangun keluarga, bangsa, dan negara,” katanya.

Menutup pidato akademiknya, Rektor menyampaikan sejumlah pantun yang disambut tepuk tangan para hadirin.

“Poto toga jangan buru-buru,
Cari gaya paling mempesona.
Hari ini bapak dan ibu terharu,
Melihat anaknya jadi sarjana.”

Pantun lainnya yang turut mengundang senyum para wisudawan berbunyi:

“IPK tinggi bikin hati senang,
Orang tua pun tersenyum lega.
Jika nanti sudah sukses gemilang,
Jangan lupa kampus UBP tercinta.”

Melalui Wisuda Program Sarjana ke-12 ini, Universitas Buana Perjuangan Karawang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing global, namun tetap berlandaskan etika, integritas, nilai-nilai kebangsaan, serta akar budaya perjuangan sebagai bekal membangun Indonesia di masa depan. (Red)

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!