Tasyakur dan Tafakur 72 Tahun Bekasi Harapan baru, Keyakinan, dan Masa Depan,Simak Pandangan Kang Fuad

Artikel, Berita132 views

 

Cibarusah||BekasiHariIni.Com

Suka cita, ceria dan bahagia buat warga Bekasi (Kabek) dan Pemerintah Daerah serta para pemangku kepentingan lainnya menyambut hari lahir Bekasi ke 72 tahun. Terpaut 2 hari sebelum memasuki Hari Kemerdekaan RI ke 77 tahun. Momentum tersebut memancing tanya, ada apa dan apa ada yang istimewa dari HUT Ke 72 tahun, selain dari rutinitas dan seremonial.

Assoc, Prof.Munawar Fuad, M.Ag., P.hD, menyampaikan pandangan nya dalam narasi dan tulisan yang dikemas dan penuh mengandung makna yang patut di hayati dan di cerna bagi pembaca dan penggiat informasi khususnya untuk warga kabupaten Bekasi yang sebentar lagi akan menyambut hari jadinya Bekasi yang ke 72 Tahun.

Munawar Fuad yang akrab disapa kang Fuad yang asli kelahiran dari Cibarusah Bekasi Selatan yang namanya tidak asing lagi didengar bagi masyarakat Bekasi, Senin 15/08/2022.

Dalam pandangannya Kang Fuad memaparkan , “Adakah makna signifikan dan hikmah besar dari peristiwa yang tengah dirayakan secara serentak dengan berbagai event dan hajatan. Apa sih manfaat dan artinya bagi setiap warga Bekasi dan para pemangku kebijakan dalam merenungkan makna kelahiran Bekasi sebagai sebuah daerah otonom dengan segala problematika dan dinamikanya, tanya kang Fuad dalam tulisannya.

Kang Fuad yang dikenal salah satu putra asli Bekasi sebagai salahsatunya tokoh penggiat kebijakan pengamat perubahan dan juga termasuk salah satu tokoh pendidikan yang mengajar sebagai Dosen di Universitas Presiden Jababeka Cikarang Bekasi menjabarkan , tentunya untuk menjawab beberapa hal tersebut, saya mencoba memaknai suasana kebatinan dan konteks situasi yang terjadi saat ini,ujar Kang Fuad.

*”Pertama, Pasca Pandemi Covid-19*

“Pandemi Covid-19 dengan segala variannya yang melanda dunia juga menghempas Indonesia hingga ke segala penjuru, termasuk di Bekasi Jawa Barat. Dibayangi teror dan ancaman kematian massal, penularan yang menjalar cepat, di tengah dampak ekonomi dan keterbatasan kemampuan penanganan dan perlindungannya. Berkat kerja keras dan kebersamaan, semangat gotong royong, perlahan dan berkelanjutan penanggulangan wabah Covid-19 berangsur pulih, meskipun belum tuntas semua dan perlu tetap diwaspadai, ucap nya.

“Kedua, dampak krisis ekonomi pasca pandemi yang merata ke seluruh sektor dan semua lapisan kelas ekonomi hingga rumah tangga, membengkaknya angka pengangguran, dan kesenjangan sosial ekonomi yang masih tajam, membuat upaya pemulihan ekonomi, investasi, kegiatan industri pengolahan maupun para pelaku usaha masih terus berusaha bangkit, sebagian masih wait and see, dan mulai kembali normal, imbuh pria yang selalu bersahaja dan juga sebagai penulis Biografi Matan Presiden SBY.

“Ketiga, suasana dan dinamika kepemimpinan yang transisional, bahkan sempat mengalami kritis sehingga berdampak pada roda kebijakan dan program pemerintah daerah yang mengalami stagnasi, sebagian terjadi trial and error, dan lainnya sebut saja tak sesuai target alias terjadi the failure of policy (Kegagalan kebijakan) dan krisis kepemimpinan. Kepercayaan publik terhadap pemimpin daerah berkurang dan terus menukik alami krisis. Terutama saat periode 2017-2022, sudah 5 kali terjadi pergantian kepemimpinan, hingga saat ini dipimpin Pj. Bupati, Dr H Dani Ramdan menunjukkan semangat baru : Bekasi Makin Berani,.

“Keempat, momentum hari kemerdekaan RI ke 77 tahun yang kerap bergandengan dengan momen 72 tahun peringatan Hari Lahir Kabupaten Bekasi sebagai buah dari perjuangan rakyat, dari kalangan ulama, santri, beragam lapisan masyarakat yang majemuk dari lintas suku, agama dan budaya, berpadu dalam semangat kepahlawanan dengan label Bekasi Kota Patriot. Tak ada sedikitpun yang meragukan, sejak awal, para pendiri terlahirnya Bekasi merupakan para pemberani, pelopor dan pejuang kemerdekaan, tanpa rasa takut merebut dan mempertahankan kemerdekaan di zamannya, melahirkan karakter warga Bekasi yang berjiwa patriot, kepeloporan, religiusitas, daya juang dan rela berkorban, serta kebersamaan dan semangat gotong royong dalam mencapai tujuan bersama, imbuh Kang Fuad.

Selanjutnya, sambung Kang Fuad yang kelima, perkembangan kemajuan industri dan investasi yang fenomenal dari Bekasi sebagai wilayah kabupaten yang terberkahi menjadi pelopor kawasan industri global yang mengalami proses industrialisasi , menjadi kota baru, kawasan industri internasional, yang menjadi barometer daerah maju dengan 30 negara investasi dan lebih dari 7.000 perusahaan dari multi national corporation (MNC). Ada kemajuan dahsyat, ada juga yang terdampak dan tersisih. Ada kemajuan industri dan pertumbuhan ekonomi, di sisi lain ada ekses dan dampak ketidakseimbangan lingkungan dan ekosistem, antara lain darurat sampah yang masih jadi isu dan masalah serius, ungkap nya.

*Apa dan siapa Masyarakat Bekasi ?*

Dalam pandangan nya Kang Fuad mengatakan, “Saya termasuk generasi yang lahir sekitar 50 tahunan mengalami secara langsung perkembangan dan dinamika di Bekasi. Perubahan besar secara geografis, demografis, sosial, ekonomi, politik, dan budaya terjadi. Bekasi mengalami transformasi cepat dan berdampak multidimensi
Warga Bekasi terdiri dari masyarakat asal dan asli, yang kerap disebut Bekatul atau Bekasi Tulen, tak lagi dominan dari sisi kuantitas maupun ragam kualitas peran dan kapasitasnya. Bekasi sejak 30 tahun ke belakang alami industrialisasi global yang cepat tengah mengubah sumber daya alam, geografis, demografis, dan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik serta budaya dan tradisinya. Kini Bekasi telah menjadi Masyarakat Industri Global (MIG). Bekasi juga menjadi miniatur keragaman dan pluralisme yang mencerminkan masyarakat nusantara, paparnya.

Kang Fuad menjelaskan 5 (Lima dari poin yang di tuliskan.

” Saya memetakan terdapat 5 (Lima) pilar konfigurasi masyarakat industri Bekasi.

Dr.Prof.Munawar Fuad Neoh, MAg
Assoc.Prof.Munawar Fuad, M.Ag.,P.hD

Pertama, warga masyarakat yang terbuka, plural, dan heterogen. Potret warga Bekasi, bukan hanya warga lokal, tapi juga warga nasional, regional Jawa Barat, juga warga digital dan global. Fanatisme, egoisme, dan klaim identitas warga asli / putera daerah menjadi longgar dan ambigu, di tengah perkembangan nyata warga Bekasi sebagai masyarakat terbuka yang berkarakter nasionalis-religius hidup berdampingan dengan masyarakat industri dan. Budaya global, tercatat berasal lebih dari 30 negara berinvestasi di Bekasi. Kekayaan sejarah dan tradisi lokal berpadu dengan tradisi nusantara dan mancanegara. Itulah fakta dan realitanya.

Kedua, pemerintah daerah yang menjadi bagian dari regional Jawa Barat dan juga bagian dari pemerintah pusat. Sistem kepemimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif berlaku dan berperan dalam menata pemerintahan hingga ke pedesaan. Proses reformasi dan demokratisasi sejak saya mendapat amanah sebagai Ketua Pelaksana Pemilu pertama di Bekasi di era reformasi, ikut menyaksikan proses politik dan tata kelola pemerintahan hingga saat ini. Kepemimpinan silih berganti sejam Pilkada 2007 hingga 2017, menunjukkan dinamika dan problematika jatuh bangunnya kepemimpinan. Ada keberhasilan, ada kegagalan, atau keberhasilan tertunda.

Ketiga, Masyarakat industri dan ekosistem bisnis yang terdiri dari para pelaku usaha, pekerja, asosiasi perusahaan dan serikat pekerja yang saling membangun kemitraan untuk membangun industri manufaktur berkelanjutan. Posisi dan peranserta masyarakat industri sangat penting dan menentukan roda dan arus keuntungan dan pendapatan negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing. Dari potensi dan kekuatan tersebut, Bekasi menjadi bagian dari sumber investasi nasional yang terbesar. Karenanya, peran harmoni industri, dari semua pemangku kepentingan membutuhkan kolaborasi dan sinergi yang selaras bagi kelangsungan produktivitasnya.

Keempat,
Komunitas dan sistem global yang hadir di Bekasi mewujud dalam bentuk pelaku dunia usaha yang mewakili kepentingan bisnis dan kerjasama perdagangan. Tentu saja bukan hanya berupa kerjasama dan diplomasi ekonomi, lebih luas dari terkait dengan diplomasi komersial, perdagangan dan kebudayaan. Tak terhindarkan, sebagai daerah otonom, peran Pemda dan Warga Bekasi untuk membangun jembatan sister city dan para diplomasi kepala daerahnya dengan kota-kota asal investasi dan industri asing sangat penting buat merawat dan memperkuat kerjasam saling menguntungkan.

Kelima, Pilar media mainstream dan social media (Jaringan Media) termasuk jurnalisme warga merupakan perkembangan penting di tengah masyarakat industri Bekasi. Penerapan sistem dan layanan publik secara digital, interkoneksi antar kawasan dan antar warga dan wilayah, sudah tak terbatas oleh hierarki pemerihan atau kelurahan. Bahkan, Bekasi sudah menjadi daerah yang tak pernah tidur; kaena aktivitas usaha berjalan 24 jam tanpa henti. Sistem layanan dan program digitalisasi, smart city, transaksi non tunai, ataupun penerapan sistem informasi geospasial secara menyeluruh sangat diperlukan. Warganet dan warga masyarakat Bekasi bisa mempengaruhi arah dan capaian kebijakan dan kemajuan; atau sebaliknya, terang Kang Fuad.

Masih kata kang Fuad, “Dari kelima pilar konfigurasi masyarakat baru alias masyarakat industri Bekasi menunjukkan pentingnya memahami secara utuh, Bekasi sudah benar-benar menjadi kawasan megapolitan dan kawasan industri besar dan berpengaruh, baik dalam skala lokal, regional, nasional dan bahkan global, tukasnya.

Kang Fuad juga mengungkapkan ada Harapan Baru di Usia 72 Tahun.

“Semarak 72 tahun Bekasi jelang hari Ke 77 tahun kemerdekaan Indonesia, membentangkan harapan baru dan spirit baru. Di bawah kepemimpinan PJ Bupati dalam masa pendek, namun terlihat gema yang kuat dari segi kemeriahan, tingkat pemerataan peran publik, pemuliaan terhadap warisan sejarah, penghargaan atas kebhinekaan, hingga apresiasi terhadap seni, budaya, maupun penggalian tradisi lokal yang khas. Perngatan Hari Lahir Bekasi ke 72 menjadi hajatan akbar dan perayaan paling meriah sepanjang sejarah Bekasi sebagai daerah otonom, Imbuh nya.

“Dalam sepekan peringatan tersebut, menurut PJ Bupati Bekasi, Dr H Dani Ramdan, seluruh jajaran Pemkab hingga pemerintah Kecamatan dan Desa/Kelurahan diajak bertasyakur bi nikmah dulu melalui rangkaian kegiatan peringatan HUT Pramuka tgl 14 Agustus, HUT Kab. Bekasi thl 15 Agustus, HUT RI tgl 17 Agustus, dan HUT Prov. Jabar pada tanggal 19 Agustus, tukas kang Fuad.

“Setidaknya terdapat 12 Kegiatan di tingkat Kabupaten, dan ratusan lainnya di kegiatan di tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Termasuk peranserta kawasan industri dalam menjalon harmoni bersama dengan meresmikan wisata religi dan penguatan kolaborasi dan sinergi.

“Perayaan yang meriah penuh kegembiraan, menggambarkan inisiatif tinggi dan apresiasi besar dari pemerintah daerah terhadap masyarakat; juga menjadikan tradisi baru yang mengajak untuk setiap warga Bekasi Makin Berani untuk berpartisipasi dalam berbagai event sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki buat menunjukkan kemampuan dan keunggulan sebagai capaian prestasi, cetusnya.

“Tentu saja, apresiasi tinggi sepatutnya disematkan kepada PJ Bupati beserta seluruh jajarannya, atas jamuan kreativitas, inovasi dan karya-karya yang bermanfaat bagi warga Bekasi dan pembangunan yang masih perlu diperjuangkan. Semoga hajatan perayaan HUT Bekasi ke 72 tahun, tak sekedar euphoria atau berfoya, melainkan sebuah tinta emas yang kemudian menjadi inspirasi, spirit dan kekuatan solidaritas dan kohesi sosial yang semakin membuka gerbang menuju kebahagiaan dan kemakmuran bersama. Tantangan hari ini dan ke depan, bagaimana setiap warga semakin bahagia dan termuliakan karena pembangunan semakin maju dan makmur buat semua, tutup nya, dengan lugas.

Bravo, Dirgahayu Kebupaten Bekasi ke 72 tahun.(Red)

Sumber artikel : Assoc,Prof, Munawar Fuad, M.Ag.,P.hD

#KangFuad
#MunawarFuad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *