Ribuan Kaum Penganggur akan Gelar Aksi Lanjutan Geruduk Pemda Kabupaten Bekasi

KABUPATEN BEKASI | BEKASIHARIINI.COM | Setelah aksi melamar kerja serentak tidak di respon Pj. Bupati Bekasi, Suara Kaum Penganggur Bekasi berencana melakukan aksi lanjutan, aksi lanjutan di kemudian hari berencana akan membanjiri kantor Bupati Bekasi dengan ribuan kaum penganggur.

Koordinator Suara Kaum Penganggur Bekasi, Dwi Haryanto menegaskan bahwa, kaum penganggur semakin banjir dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang merasa terpanggil untuk memperjuangkan hak warga Bekasi untuk bekerja yang layak.

“Saya berupaya mereka minimal 500 orang per organisasi akan banjiri pemda,

bismillah,” kata Lepay sapaan akrabnya saat dihubungi awak media, Minggu (27/08/23).

Dukungan itu kata Dwi, terus mengalir karena didasari oleh rasa keprihatinan masyarakat Kabupaten Bekasi melihat fenomena pengangguran di Kabupaten Bekasi yang semakin tahun semakin bertambah, hal itu bukti nyata pemerintah maupun legislatif telah gagal melakukan pengentasan pengangguran di daerah industri terbesar se Asia Tenggara.

Dwi menambahkan, diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi mencapai 203.000 orang pada tahun 2022. Jumlah ini, meningkat dibanding 2021, yakni 197.000 orang.

“Saat ini sudah ada sekitar 12 organisasi yang mendukung pergerakan kaum penganggur Bekasi, mulai dari organisasi masyarakat, kepemudaan, Serikat Buruh juga mahasiswa. Data yang ada di kami sudah ada kurang lebih seribu kaum penganggur yang sudah siap bawa lamaran kerja,” ungkapnya.

Ia juga mengungkap rasa kekecewaannya kepada PJ Bupati Bekasi, Dani Ramdan dan para anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang enggan bertemu dengan masyarakatnya pada aksi, Rabu (23/08/2023) lalu.

Aksi kami selanjutnya bertujuan agar para pemangku kebijakan dapat bergerak cepat mencarikan solusi untuk menekan angka pengangguran di bumi Swatantra Wibawa Mukti ini.

Namun, jika masih tidak ada respon pihaknya berencana akan bersurat ke Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mencopot Dani Ramdan yang dinilai gagal memimpin Kabupaten Bekasi.

“Kami akan terus menyuarakan aksi ini, jika permasalahan ini masih diremehkan oleh PJ Dani Ramdan, bila perlu kami akan bersurat ke Presiden untuk mencopot Dani Ramdan, karena ini bentuk kegagalan memimpin Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

(CP/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *