- Advertisement -spot_img
Minggu, September 13, 2026
BerandaBerita“Jangan Sampai Masalah Komunikasi Jadi Masalah Keamanan”, Pesan Sat Pamobvit Polres Metro...

“Jangan Sampai Masalah Komunikasi Jadi Masalah Keamanan”, Pesan Sat Pamobvit Polres Metro Bekasi

- Advertisement -spot_img

Cikarang, | BEKASIHARIINI.COM | – Polres Metro Bekasi melalui Sat Pamobvit terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan di sekitar Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Hal tersebut disampaikan Panit Pamwater Sat Pamobvit Polres Metro Bekasi, Ipda Rizki Purnomo, S.M., M.M., saat memberikan sosialisasi bertema “Dukungan Lingkungan Sosial bagi Keamanan Objek Vital Nasional” di PLTGU Muara Tawar, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Ketua Karang Taruna Pantai Makmur, Ketua Karang Taruna Segarajaya, para tokoh pemuda serta perwakilan PLTGU Muara Tawar.

Dalam sosialisasinya, Ipda Rizki menegaskan bahwa keamanan Obvitnas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, petugas keamanan maupun pengelola, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan bukan hanya soal pagar, kamera, dan petugas. Lingkungan sekitar yang kondusif juga menjadi bagian penting dalam mencegah potensi gangguan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang berada di sekitar Obvitnas memiliki peran strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan. Namun, masyarakat tidak perlu mengambil tindakan sendiri apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Baca Juga  Lewat Program Pelajar Beken, Polsek Medansatria Ajak Siswa Jadi Pelajar Bekasi yang Keren dan Berprestasi

Masyarakat cukup mengamati secara aman, mencatat informasi penting apabila memungkinkan, kemudian melaporkannya kepada security, pengelola maupun aparat kepolisian sesuai kebutuhan.

Ipda Rizki juga menjelaskan bahwa PLTGU Muara Tawar merupakan fasilitas strategis dalam sistem kelistrikan, termasuk dalam membantu memenuhi kebutuhan listrik saat beban puncak. Karena itu, menjaga keamanan pembangkit berarti turut menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat luas.

Ia mengajak para pemuda dan masyarakat menerapkan tiga prinsip sederhana dalam mendukung keamanan Obvitnas, yakni kondusif, peduli dan berkomunikasi.

Kondusif berarti tidak mudah terprovokasi. Peduli berarti peka terhadap kondisi lingkungan dan melaporkan potensi gangguan.

Sedangkan komunikasi dilakukan dengan menyampaikan persoalan maupun aspirasi melalui jalur yang baik dan mengedepankan dialog.

“Jangan sampai masalah komunikasi berubah menjadi masalah keamanan,” tegasnya.

Karang Taruna juga dinilai memiliki posisi penting sebagai mitra lingkungan dalam membangun komunikasi positif antara masyarakat, pemuda, pengelola objek vital dan aparat keamanan.

Baca Juga  Kapolsek Medansatria Pimpin Binluh di SMK 1 Patriot, Tekankan Pentingnya Kesadaran Hukum Pelajar

Ipda Rizki mengingatkan sejumlah potensi gangguan yang perlu diwaspadai bersama, di antaranya provokasi, informasi yang belum terverifikasi, konflik sosial, akses tidak sah, pencurian, perusakan serta tindakan yang dapat mengganggu operasional pembangkit.

Dalam menyampaikan aspirasi, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan kebutuhan maupun keluhan. Namun, penyampaiannya harus dilakukan secara tertib melalui dialog, forum warga, surat, proposal maupun koordinasi dengan pihak terkait.

Masyarakat diimbau menghindari tindakan berupa ancaman, kekerasan, penghadangan, perusakan, penerobosan dan provokasi.

“Kalau ada kebutuhan atau aspirasi masyarakat, mari kita perjuangkan melalui komunikasi dan mekanisme yang jelas. Jangan sampai keinginan menyelesaikan masalah justru menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ipda Rizki mengingatkan agar informasi mengenai potensi gangguan tidak langsung disebarluaskan melalui media sosial maupun grup percakapan sebelum dipastikan kebenarannya.

“Laporan harus disampaikan kepada pihak yang tepat, bukan langsung disebarkan kepada semua orang,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan Obvitnas merupakan tanggung jawab bersama dengan pembagian peran yang jelas.

Masyarakat berperan menjaga lingkungan dan melakukan deteksi dini, pengelola menjalankan sistem pengamanan internal, security melakukan pengawasan serta kontrol akses, sedangkan Polri melaksanakan pencegahan, pengamanan, koordinasi dan penegakan hukum sesuai kewenangan.

Baca Juga  GOKAR dan SMPN 2 Telukjambe Timur Bangun Sinergi melalui Program Sahabat Pelajar

Melalui sinergi tersebut, keamanan tidak hanya bertumpu pada satu pihak, tetapi dibangun bersama oleh masyarakat, pemuda, pengelola, petugas keamanan dan kepolisian.

Ipda Rizki berharap Karang Taruna, tokoh pemuda dan masyarakat sekitar dapat terus menjadi mitra positif dalam menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan PLTGU Muara Tawar.

“Lingkungan aman, pembangkit aman, pasokan listrik lebih andal, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya Sat Pamobvit Polres Metro Bekasi dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga Objek Vital Nasional melalui komunikasi, kepedulian, deteksi dini dan penyelesaian persoalan secara tertib.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara masyarakat, pemuda, pengelola PLTGU Muara Tawar, security dan Polri, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, tertib dan kondusif serta mendukung keberlangsungan operasional fasilitas strategis bagi kepentingan masyarakat luas.

 

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!