- Advertisement -spot_img
Selasa, September 15, 2026
BerandaNewsProyek Drainase Pengendalian Banjir Kota Serang Disorot, Material dan Mutu Pekerjaan Diduga...

Proyek Drainase Pengendalian Banjir Kota Serang Disorot, Material dan Mutu Pekerjaan Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

- Advertisement -spot_img

Ketua DPD IWO Indonesia Kota Serang Desak Pengawasan Diperketat dan Mutu Pekerjaan Diverifikasi Secara Teknis

SERANG — Pembangunan drainase dalam rangka pengendalian banjir di Kota Serang dengan nilai kontrak mencapai Rp9.116.816.290,00 kembali menjadi sorotan. Proyek yang dikerjakan oleh CV. Naga Hitam Kusuma berdasarkan Nomor Kontrak 600.1.4.1/131.29-DPUPR/2026 tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan terkait penggunaan material dan mutu pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan hasil pantauan Banten More Com, ditemukan sejumlah kondisi pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, maupun instansi teknis terkait.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah material batu yang digunakan untuk pekerjaan pasangan. Secara kasat mata, pada sejumlah bagian terlihat penggunaan batu berwarna kekuningan yang diduga merupakan batu napal. Penggunaan material tersebut perlu dipastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Persoalan berikutnya berkaitan dengan material pasir. Di lokasi pekerjaan, material yang digunakan diduga menyerupai pasir urug, sementara untuk pekerjaan pasangan seharusnya digunakan material yang memenuhi persyaratan teknis sesuai spesifikasi pekerjaan.

Tidak berhenti di persoalan material, kualitas pemasangan batu juga patut dipertanyakan. Pada sejumlah bagian pasangan batu terlihat adanya rongga-rongga yang diduga menunjukkan pengisian adukan semen belum maksimal.

Baca Juga  Pungli Berkedok Beli Seragam, SMPN 1 Sukawangi Membanderol hingga Rp1Jt, 150rb, Wali Murid Menjerit

Kondisi tersebut tentu tidak boleh dipandang sebelah mata. Drainase yang dibangun menggunakan anggaran publik memiliki fungsi vital dalam mengendalikan aliran air dan mengurangi risiko genangan maupun banjir. Karena itu, kualitas konstruksi seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar progres pekerjaan.

Ketua IWO Indonesia Kota Serang Angkat Bicara

Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Kota Serang, Johan Simarmata, meminta pihak terkait tidak menganggap persoalan tersebut sebagai temuan biasa.

Menurutnya, proyek yang menggunakan anggaran negara harus dikerjakan berdasarkan kontrak, spesifikasi teknis, standar mutu, serta ketentuan keselamatan dan konstruksi yang berlaku.

«“Kalau di lapangan memang ditemukan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, maka jangan cukup hanya dilihat secara kasat mata. Harus ada pemeriksaan dan pengujian teknis. Dokumen spesifikasi pekerjaannya juga perlu dibuka dan dicocokkan dengan kondisi nyata di lapangan,” ujar Johan.»

Ia menegaskan, fungsi pengawasan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan administratif maupun laporan progres pekerjaan.

«“Konsultan pengawas memiliki tanggung jawab memastikan pekerjaan sesuai kontrak. Instansi teknis juga harus memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar. Jangan sampai ketika pekerjaan sudah selesai baru kemudian muncul persoalan mutu,” tegasnya.»

Baca Juga  Forkopimcam Sukatani Monitoring Bakal Calon Kades Sukaasih 2026-2034, Tekankan Pilkades Aman dan Kondusif

Johan juga meminta agar dugaan penggunaan batu napal maupun pasir yang diduga pasir urug diverifikasi secara objektif, bukan saling melempar tanggung jawab.

“Kalau memang materialnya sesuai, silakan dibuktikan dengan dokumen dan hasil pengujian. Kalau ternyata tidak sesuai, harus ada tindakan korektif. Prinsipnya sederhana: uang rakyat harus menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Jangan Sampai Pengendalian Banjir Justru Menjadi Persoalan Baru

Menurut Johan, proyek pengendalian banjir mempunyai tingkat kepentingan yang tinggi karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Ia mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan terhadap material yang masuk ke lokasi, mulai dari pemeriksaan jenis material, kualitas agregat, komposisi adukan, hingga metode pemasangan pasangan batu.

“Jangan sampai secara visual proyek terlihat berjalan, tetapi kualitas konstruksinya justru menyimpan persoalan. Rongga pada pasangan batu, kualitas material, hingga jenis pasir merupakan hal yang harus diperiksa secara teknis,” ujarnya.

DPD IWO Indonesia Kota Serang, lanjut Johan, mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang beserta konsultan pengawas melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh.

Bila diperlukan, pemeriksaan dapat dilengkapi dengan uji material dan pemeriksaan mutu konstruksi oleh laboratorium independen sehingga penilaian tidak semata-mata berdasarkan persepsi visual.

Baca Juga  Lautan Putih-Hijau Membanjiri Jayabakti, Ribuan Pendukung Antar Mawa Sumpena dalam Pengundian Nomor Urut

“Ini bukan persoalan mencari kesalahan siapa pun. Ini soal memastikan proyek publik benar-benar berkualitas. Kalau kontraknya miliaran rupiah, maka pengawasannya juga harus berkelas dan hasil pekerjaannya harus bisa dipertanggungjawabkan,” kata Johan.

Ketua DPD IWO Indonesia Kota Serang Minta Data Dibuka

Untuk memastikan pemberitaan berimbang, pihak terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis material batu, pasir, mutu adukan, metode pelaksanaan, hasil pemeriksaan material, serta mekanisme pengawasan proyek.

Termasuk apakah material yang digunakan telah melalui pemeriksaan dan persetujuan pengawas sebelum dipasang.

Publik juga berhak mengetahui sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap proyek bernilai Rp9,116 miliar tersebut.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan proyek pengendalian banjir bukan hanya seberapa cepat bangunan diselesaikan, melainkan seberapa kuat, tepat mutu, sesuai spesifikasi, dan mampu menjalankan fungsi sebagaimana tujuan pembangunan.

Hingga berita ini ditulis, pihak CV. Naga Hitam Kusuma, konsultan pengawas, dan instansi terkait masih perlu dimintai klarifikasi mengenai dugaan ketidaksesuaian material serta mutu pekerjaan tersebut.

DPD IWO Indonesia Kota Serang menegaskan akan terus mendorong transparansi dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik, dengan tetap mengedepankan prinsip praduga tak bersalah, verifikasi teknis, dan hak jawab seluruh pihak.

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!