- Advertisement -spot_img
Senin, Mei 25, 2026
BerandaNewsDemokrasi Desa Dirusak! Oknum RT/RW Diduga Angkut Massa Pakai Toyota Rush Dalam...

Demokrasi Desa Dirusak! Oknum RT/RW Diduga Angkut Massa Pakai Toyota Rush Dalam Pemilihan BPD

- Advertisement -spot_img

CABANGBUNGIN — Netralitas Ketua RT dan RW kembali menjadi sorotan tajam di tengah proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dugaan keterlibatan langsung aparatur lingkungan dalam mobilisasi massa mencuat, memicu kekhawatiran akan rusaknya prinsip demokrasi di tingkat desa.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, oknum Ketua RT 010 dan RT 009 di bawah wilayah RW 009 Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi diduga terlibat aktif menggerakkan warga (23/05/2026). Bahkan, disebut-sebut mobilisasi massa tersebut dilakukan menggunakan kendaraan pribadi jenis Toyota Rush, yang digunakan untuk mengangkut dan mengarahkan warga dalam momentum pemilihan BPD.

Baca Juga  SDIT Atssurayya Hadirkan Kelas Talenta & Tahfidz: Menjawab Kebutuhan Pendidikan Anak Masa Kini

Jika dugaan ini benar, maka tindakan tersebut jelas mencederai aturan yang berlaku. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, RT dan RW merupakan bagian dari lembaga kemasyarakatan yang wajib bersikap netral dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis, apalagi sampai menggalang atau mengarahkan dukungan kepada kandidat tertentu.

Aktivis Pergerakan sekaligus pemerhati tata kelola pemerintahan desa, Karno Jikar menilai, praktik semacam ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga bentuk penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi memicu konflik horizontal di masyarakat. “RT dan RW seharusnya menjadi perekat sosial, bukan justru menjadi aktor yang memecah belah warga demi kepentingan politik sesaat,” ujarnya dengan nada kritis, (24/05/2026).

Baca Juga  Proyek Siluman! Yayasan TKW di Sukaasih Nekat Berjalan Tanpa Izin, Pemkab Bekasi Diminta Bertindak Tegas

Situasi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah desa maupun aparat terkait untuk tidak tinggal diam. Jika pembiaran terus terjadi, bukan hanya integritas pemilihan BPD yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap lembaga kemasyarakatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat bawah.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut dugaan tersebut secara transparan dan akuntabel. Tanpa penindakan yang jelas, netralitas RT/RW hanya akan menjadi slogan kosong, sementara praktik-praktik “politik lapangan” terus berlangsung tanpa kendali. (Red)

Baca Juga  Polres Metro Bekasi Ungkap Jaringan Curanmor dan Penadah di Sejumlah Wilayah Bekasi
- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!