- Advertisement -spot_img
Senin, Februari 23, 2026
BerandaBeritaPengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Resmi Dilantik Oleh Pj.Bupati Bekasi

Pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Resmi Dilantik Oleh Pj.Bupati Bekasi

- Advertisement -spot_img

 

Cikarang Utara || BekasiHariIni.Com

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, mengukuhkan pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bekasi periode 2022-2025, di Nuanza Hotel, Cikarang Selatan, pada Kamis, (28/07/2022).

Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratulloh, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Muhammad Horison Ramadhan, perwakilan Polres Metro Bekasi, unsur akademisi serta dunia usaha.

Pengurus FPRB Kabupaten Bekasi
Pengurus FPRB Kabupaten Bekasi

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan dalam sambutannya mengatakan, FPRB merupakan upaya mendorong peran serta stakeholder atau pentahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi dan media dalam manajemen penanggulangan bencana.

“Kenapa namanya Pengurangan Resiko Bencana, bukan penanggulangan bencana? Karena sejak era Undang-Undang 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, kita masuk pada paradigma baru manajemen penanggulangan bencana, di mana dititikberatkan pada pengurangan resiko bencana, bukan tanggap darurat bencana,” ungkapnya.

Konsekuensi perubahan paradigma tersebut menurutnya menjadikan hal yang bersifat kebencanaan, dari yang semula penanggulangan saat bencana terjadi menjadi mengurangi resiko apabila bencana terjadi.

Baca Juga  Police Goes to School, Polres Metro Bekasi Edukasi Pelajar SMKN 1 Cikarang Selatan

“Kalau di kesehatan ada istilah lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah Bencana juga lebih baik mencegah daripada menanggulangi, bahwa pada saatnya tanggap darurat FPRB juga ingin ikut membantu rescue, ya boleh saja, karena kita relawan kemanusiaan. Baik sebelum terjadi melakukan pencegahan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kemudian tanggap darurat, dan setelahnya kita baru melakukan pemulihan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi,” tuturnya.

FPRB yang telah dikukuhkan lanjutnya, memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun kesadaran masyarakat agar mengetahui wilayah sendiri yang memang berpotensi terkena bencana, seperti letak geografis Kabupaten Bekasi ada di daerah hilir yang banyak sungai atau muara.

“Bencananya macam-macam, ada yang banjir yang paling banyak terjadi, ada yang kebakaran, pemukiman di pabrik dan sebagainya, ada juga bencana non alam seperti wabah covid, PMK, kegagalan teknologi, pesawat jatuh, dan bencana sosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, termasuk sampah yang kita istilahkan di sini darurat sampah itu bisa dan wajib jadi garapan FPRB,” katanya.

Dani Ramdan mendorong kepada Pengurus FPRB Kabupaten Bekasi agar di setiap kecamatan segera dibentuk FPRB Tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan untuk bisa ikut memberikan pemahaman kesiapsiagaan bencana kepada lapisan masyarakat paling bawah.

Baca Juga  Sambangi Warga Cikarang Pusat, Polisi Imbau Antisipasi Curanmor Saat Ramadhan

“Di Desa itu ada Destana, dan di kelurahan Katana, yang penggeraknya FPRB ini. Ini akan menjadi kekuatan utama kita, budaya tanggap bencana, di Kabupaten Bekasi,” lanjutnya.

Selain itu, Dani mengarahkan agar FPRB dan BPBD Kabupaten Bekasi memberikan pelatihan kepada para pengurus di tingkat Kecamatan dan Desa, dengan target di bulan pengurangan resiko bencana pada Oktober 2022 mendatang dan hari kesiapsiagaan bencana di bulan April tahun 2023.

“Jadi pas bulan Oktober kita sudah bisa Apel Akbar FPRB Kabupaten Bekasi. Kedua nanti di tanggal 26 April hari kesiapsiagaan bencana, tradisi kita membunyikan alarm pada jam 10.00 lalu kita melakukan latihan evaluasi mandiri, kita akan pecahkan rekor Muri, di mana nanti April 2023 akan ada evakuasi mandiri di seluruh desa, sekolah, kampus dan perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga  Polisi Gerebek Peredaran Obat Keras Ilegal di Kalimalang Cikarang

Nanti di setiap desa, kata Dani Ramdan, dicarikan spesifikasi rawan bencana, misalnya mana desa yang sering banjir, mana yang padat penduduk, dan yang sering ada bencana sosial.

“Jadi peralatan dan kompetensinya nanti setiap desa berbeda-beda,” terangnya.

Dani Ramdan berharap peran FPRB ini memberikan peran optimal kepada pentahelix dan edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan resiko bencana.

“Dan selanjutnya tentu agar masyarakat bisa siap untuk selamat ketika terjadinya bencana,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Bekasi Tuty Nurcholifah Yasin menjelaskan pihaknya akan mempercepat arahan dari Pj Bupati Bekasi, seperti pendirian FPRB Tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan.

“Kemudian nanti di bulan Oktober kita ada Apel Akbar dan yang lebih jauhnya lagi di bulan April tahun 2023 kita secara serentak melakukan evakuasi agar masyarakat itu terbentuk awareness terhadap bencana yang terjadi di lingkungannya,” jelas Tuty.

Dia menambahkan, pengurus FPRB Kabupaten Bekasi yang tergabung sebanyak 70 orang yang terdiri dari berbagai unsur yang ada di pentahelix.(Red)

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!