- Advertisement -spot_img
Jumat, Januari 9, 2026
BerandaHot NewsPT Cemerlang Sinar Kemakmuran Digerebek Ratusan Pekerja, Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi Terkuak

PT Cemerlang Sinar Kemakmuran Digerebek Ratusan Pekerja, Dugaan Perlakuan Tidak Manusiawi Terkuak

- Advertisement -spot_img

SUKAWANGI | Bekasihariini.com — Topeng industri kembali robek di Kabupaten Bekasi. PT Cemerlang Sinar Kemakmuran di Desa Sukaringin meledak dalam amarah publik setelah ratusan pekerja menggeruduk perusahaan, membongkar dugaan praktik kerja tidak manusiawi yang disebut-sebut lebih pantas terjadi di era kolonial, bukan di Indonesia yang mengaku negara hukum.

Kesaksian para pekerja mengerikan. Air minum hanya dari keran tanah, tanpa standar kesehatan. Jam istirahat diperas, bahkan diduga diabaikan, seolah tubuh buruh tak mengenal batas kelelahan. Hak dasar diinjak, aturan ketenagakerjaan diduga diperlakukan seperti kertas sampah. Semua demi target dan keuntungan.

Baca Juga  Kapolsek Setu Pimpin Pengamanan Perayaan Natal 2025

Sekretaris Desa Sukaringin, Sanan Efendi, tanpa kompromi menyebut apa yang terjadi sebagai kejahatan kemanusiaan di ruang industri.

“Ini bukan pabrik, ini ladang penyiksaan. Buruh dipaksa bekerja tanpa diperlakukan layak. Air keran dijadikan minum, jam istirahat tak jelas. Ini biadab. Ini penghinaan terhadap manusia,” tegasnya dengan nada murka.

Sanan menegaskan, pihak desa tidak akan menjadi penonton kebiadaban. Jika PT Cemerlang Sinar Kemakmuran tetap membangkang dan menutup mata terhadap aturan Dinas Ketenagakerjaan, maka laporan resmi akan dilayangkan. “Mereka warga kami. Kalau perusahaan merasa kebal hukum, kami pastikan negara dipaksa hadir,” ujarnya.

Baca Juga  Ketum IWO Indonesia Dukung KPK Bongkar Gurita Korupsi Proyek di Kabupaten Bekasi

Lebih menjijikkan lagi, di tengah badai tuntutan dan bukti kesaksian pekerja, pihak perusahaan justru memilih mengelak dan bungkam. Tidak ada klarifikasi terbuka, tidak ada penjelasan bermartabat. Diamnya manajemen justru menjadi alarm keras—ada sesuatu yang sedang dikubur rapat-rapat.

Jika dugaan ini benar dan aparat tetap membisu, maka satu kesimpulan tak terelakkan: negara kalah di hadapan pabrik, dan buruh kembali menjadi korban perbudakan modern berkedok investasi. Sukaringin hari ini adalah cermin rusaknya nurani industri—tempat keringat diperas, martabat diinjak, dan kemanusiaan dibuang ke selokan.

Baca Juga  Ibadah Gereja di Wilayah Cikarang Pusat Berjalan Lancar Berkat Pengamanan Polri

Red | Tile

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!