- Advertisement -spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
BerandaNasionalIWO Indonesia Bekasi Desak APH Tindak Proyek Pengurugan di Lahan Pertanian

IWO Indonesia Bekasi Desak APH Tindak Proyek Pengurugan di Lahan Pertanian

- Advertisement -spot_img

Bekasihariini.com || BEKASI – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Indonesia DPD Kabupaten Bekasi menyoroti proyek pengurugan yang berlokasi di Kampung Warung Bingung–Cangkring, RT 005/RW 002.

Proyek yang berada di tengah kawasan pertanian sawah produktif tersebut diduga mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta berpotensi melanggar aturan alih fungsi lahan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas proyek menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Tanah urugan yang tercecer dan tidak segera dibersihkan membuat badan jalan menjadi licin, terutama saat kondisi basah.

Situasi ini dinilai membahayakan pengguna jalan. Selain itu, para pekerja juga terlihat minim menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas di lokasi proyek.

Baca Juga  Wooww warga Desa Pantaimekar segel kantor Desa pantai Mekar Meminta Gubernur KDM turun tangan

Sekretaris IWO Indonesia DPD Kabupaten Bekasi, Karno Syarifudinsyah yang akrab disapa Karno Jikar, dalam keterangannya pada Rabu (18/2/2026), menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja merupakan hal yang tidak dapat ditawar.

“Standar K3 bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kewajiban mutlak yang harus dipenuhi. Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera bertindak dan tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa. Kami juga meminta proyek ini dihentikan sementara sampai seluruh kelengkapan K3 dipenuhi serta perizinannya diperiksa secara menyeluruh,” tegas Karno.

Baca Juga  Forum Paguyuban Ambulance Desa (FPAD) Kabupaten Bekasi Resmi Dideklarasikan

Selain persoalan keselamatan, IWO Indonesia Kabupaten Bekasi juga mempertanyakan legalitas proyek yang berdiri di atas lahan sawah produktif. Lokasi tersebut diduga termasuk dalam kawasan yang diatur dalam kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sesuai regulasi daerah terkait pengendalian alih fungsi lahan pertanian, setiap pembangunan di atas lahan produktif harus melalui proses perizinan ketat guna menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kami akan segera berkoordinasi dan melakukan konfirmasi kepada dinas terkait mengenai legalitas perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta izin alih fungsi lahannya. Kabupaten Bekasi tidak boleh kehilangan lahan produktif hanya demi proyek yang bahkan diduga mengabaikan prosedur keselamatan,” tambah Karno.

Baca Juga  Cegah Pergaulan Negatif, Kapolsek Cikarang Barat Beri Pembinaan di SMKN 1

Sejumlah warga sekitar mengaku resah dengan lalu-lalang kendaraan berat di jalur yang relatif sempit. Aktivitas tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya anak-anak dan pengendara sepeda motor.

Kasus ini dinilai menjadi indikator perlunya peningkatan pengawasan dari instansi berwenang di Kabupaten Bekasi.

IWO Indonesia menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan hukum dan perbaikan standar kerja di lokasi proyek.

Hingga berita ini ditayangkan, media masih berupaya mengejar klarifikasi dari pihak-pihak terkait. (Red BHI)

- Advertisement -spot_img

Tag Populer

spot_img

Berita Lainnya

- Advertisement -spot_img
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Berita Teratas

Peristiwa

- Advertisement -spot_img
error: Content is protected !!