
Bekasihariini.com || KABUPATEN BEKASI – KPK kembali melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang terkait penyidikan kasus OTT Bupati Bekasi AKK, HMK dan SRJ. Orang – orang yang dipanggil oleh KPK tersebut adalah orang yang pernah dipanggil sebelumnya seperti Henri Lincoln (Kepala Dinas SDABMBK), Nyumarno ( anggota DPRD Kab. Bekasi), Asep Sanjaya (keluarga menantu HMK) dan supir HMK. Mereka dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan seputar persoalan ijon proyek yang menjerat AKK, HMK dan SRJ.
Pemanggilan kembali terhadap beberapa orang tersebut menegaskan KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus OTT di Kabupaten Bekasi lebih detail dan terang benderang.
Masyarakat Kabupaten Bekasi mendukung penuh agar KPK terus mendalami kasus OTT AKK, HMK dan SRJ seksama.
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan bukti kuat keterlibatan orang lain yang bisa meenjadikanya tersangka baru, maka KPK diharapkan untuk tidak segan-segan mengambil langkah tersebut.
Saya berharap KPK bekerja sesuai dengan prinsip – prinsip penegakan hukum tanpa pandang bulu dan tidak tebang pilih ” ujar idham, warga Bekasi ketika dimintai komentar terkait kasus OTT di Kabupaten Bekasi.
Idham berharap agar KPK bersikap tegas untuk memunculkan tersangka baru apabila memang dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan cukup bukti.
“Saya sebagai masyarakat Bekasi ingin para pemangku kebijakan di Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi menjadikan kasus OTT AKK, HMK dan SRJ sebagai pelajaran agar dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan prinsip clean and good governance
Mudah- mudahan kalo para pejabatnya amanah dalam menjalankan tugas, masyarakat Bekasi akan lebih sejahtera.” Ujar idham lagi
Sementara itu, Fariz, warga Bekasi lainnya mengatakan, saya baca di media kalo ada Ketua LSM inisial G yang turut dipanggil oleh KPK untuk diperiksa terkait kasus OTT di Kabupaten Bekasi karena diduga ada aliran duit dari SRJ.
Seharusnya LSM berfungsi sebagai lembaga kontrol bukannya malah ikut-ikutan berebut proyek.
Kalo gini mah emang pada kagak kasian ama rakyat kecil. Rakyat kecil cuman dijadiin bantalan aja, dikit-dikit atas nama rakyat padahal mah cuman buat kepentingan mereka. ” pungkas Fariz (Red).








