Cikarang Barat, | BEKASIHARIINI.COM | – Polsek Cikarang Barat Polres Metro Bekasi melakukan pelayanan pengamanan dan antisipasi kegiatan ziarah kubur (nyekar) yang berpotensi menimbulkan aksi konvoi dan tawuran oleh siswa SMKN 1 Cikarang Barat pada Jumat (05/12/2025).
Pengamanan dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di lingkungan sekolah dan lokasi rawan titik kumpul siswa.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Barat AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, S.I.K, M.H, bersama 88 personel gabungan dari Polres Metro Bekasi, terdiri dari personel Binmas, Samapta, Reskrim, Narkoba, Sat Lantas, Propam, dan Sat IK.
Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi atas rencana nyekar ke makam Ahmad Muflih (Almarhum), siswa SMKN 1 Cikarang Barat angkatan 2014 yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Imam Bonjol, dan dimakamkan di TPU Bojong Koneng, Telagasih, Cikarang Barat. Tradisi ziarah ini diketahui rutin dilakukan setiap tahun oleh kelompok siswa dan alumni.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengamankan 6 pelajar yang terindikasi akan berangkat untuk mengikuti nyekar tanpa izin resmi sekolah. Keenam remaja tersebut kemudian diserahkan kembali kepada pihak sekolah dan diberikan sanksi Surat Peringatan II (SP II).
Selain itu, petugas juga terus melakukan patroli tertutup pada titik-titik rawan dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya pelajar untuk mencegah aksi konvoi serta tawuran pelajar. Hingga pukul 15.00 WIB, situasi terpantau aman dan kondusif serta tidak ditemukan adanya pergerakan massa pelajar maupun alumni.
Kapolsek Cikarang Barat menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini bukan agenda resmi sekolah, melainkan kegiatan yang direncanakan oleh kelompok pelajar yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengonsolidasi massa pelajar dan memicu tawuran.
“Kami akan terus bersinergi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta menjaga situasi kondusif di wilayah hukum Polsek Cikarang Barat.” ujar Kapolsek.
Polsek Cikarang Barat dan Polres Metro Bekasi menghimbau kepada para pelajar, orang tua, dan pihak sekolah untuk bersama-sama mencegah aksi konvoi, tawuran, serta kegiatan yang berpotensi memicu tindakan anarkis.








